Berita Asuransi | Tentang Asuransi

Cigna Luncurkan Produk Terjangkau untuk Penyakit Kritis

Surel Cetak PDF

alt[JAKARTA] Cigna Indonesia meluncurkan produk terbaru Family Proteksi Prima sebagai bagian dari upaya perusahaan asuransi jiwa asal AS itu dalam memberi perhatian penuh pada kesehatan masyarakat Indonesia. Produk itu memberi jaminan utama untuk perlindungan terhadap penyakit kritis.
“Kami berkomitmen membantu pelanggan membuat pilihan yang lebih baik. Lewat produk ini, Cigna memberi total jaminan di semua tahapan bagi nasabah, mulai dari saat terdiagnosa, perawatan, hingga tahap pemulihan,” tutur CEO & President Director Cigna Indonesia Tim Shields di sela-sela peluncuran Family Proteksi Prima di Jakarta, Rabu (6/4).
Ia menjelaskan, perlindungan itu tidak hanya memastikan bahwa nasabah dan keluarga dilindungi dari akibat hilangnya pendapatan karena ia tidak bisa bekerja, tetapi juga membantu memberikan dana untuk membayar tagihan medis.

Menurut Tim Shields, produk itu memiliki banyak keunggulan. Lewat produk itu, nasabah setidaknya tidak perlu stress ketika didiagnosa memiliki penyakit kritis, karena Cigna langsung memberikan uang tunai Rp 100 juta hingga Rp 300 juta. Selain itu, proses pendaftaran polisnya pun mudah. Nasabah tidak perlu menjalani medical check up ataupun menjawab kuesioner tentang kesehatan diri.
Ia menambahkan, produk itu bisa dibeli untuk nasabah berusia 6 bulan hingga 69 tahun dengan harga premi mulai dari Rp 106.000 per bulan. Nasabah mendapat perlindungan terhadap 10 penyakit kritis yakni kanker, stroke, serangan jantung, arteri bypass koroner, gagal ginjal, koma, penyakit kawasaki, penyakit paru-paru, leukimia, dan diabetes melitus.
“Produk ini juga dilengkapi dukungan fasilitas layanan medis lokal seperti ambulans dan layanan opini medis kedua untuk membantu pelanggan mendapatkan opini kedua dari tim dokter dari lembaga ternama dunia seperti RS John Hopkins dan RS Harvard,” paparnya.
Keunggulan lainnya, tambah Tim Shields, produk itu memungkinkan pemegang polis untuk menyertakan keluarga baik pasangan dan anak-anak dengan mendapatkan diskon 50 %. Belum lagi, keunggulan berupa uang premi kembali 100% saat polis jatuh tempo dan nasabah tidak didiagnosa penyakit kritis. “Dengan begitu, pelanggan kami 100 % akan dilindungi saat sesuatu yang buruk terjadi, tetapi mereka juga akan mendapatkan 100 % uang premi mereka kembali jika tidak ada risiko yang terjadi,” tuturnya.

Bonus
Selain itu, kata Tim Shields, pihaknya memberi bonus tanpa klaim sebesar 75% di akhir periode dan 25% pada tahun ke 3, 6, dan 9. Bonus itu diberikan jika nasabah tidak melayangkan klaim.
Head of Direct Business & Customer Management Cigna Indonesia Yuda Wirawan menjelaskan, berdasarkan survei yang dilakukan Cigna pada 2014 lalu, masyarakat Indonesia sangat mementingkan keluarga dalam hidupnya. “Keluarga adalah yang utama. Termasuk bagaimana melindungi keluarga. Sementara, jika ada anggota keluarga kena penyakit kritis, tentu akan membebani keuangan keluarga. Dari sinilah kami menghadirkan produk Family Proteksi Optima,” ujarnya.
Ditambahkan, lewat produk itu Cigna ingin membuktikan bahwa pihaknya berupaya terus meningkatkan perlindungan terhadap penyakit kritis dan tidak menular. Hal itu sebagai bagian upaya kepedulian Cigna menjadi yang terbaik untuk membantu pelanggan dalam meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan rasa aman. “Ini membawa perspektif global terhadap tantangan kesehatan yang tengah dihadapi masyarakat di seluruh dunia,” ujarnya.
Negara-negara miskin dan berkembang sangat rendah dalam upaya pencegahan penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, penyakit kritis menjadi penyebab utama kematian di dunia. Penyakit kritis membunuh 38 juta orang setiap tahun.
Menurut WHO, dari sejumlah penyakit kritis dan tidak menular, penyakit jantung menjadi penyumbang kematian terbesar dengan jumlah 17,5 juta jiwa per tahun. Posisi kedua adalah kanker dengan 8,2 juta jiwa per tahun, penyakit pernapasan (4 juta), dan diabetes (1,5 juta).
World Economic Forum (WEF) melansir, penyakit tidak menular bisa menggerus biaya hidup sehari-hari masyarakat Indonesia hingga US$ 4,5 triliun. Jumlah itu lima kali lipat dari GDP Indonesia antara tahun 2012 hingga 2030. “Kami berusaha Memerangi penyakit tidak menular di Indonesia melalui berbagai promosi pentingnya kesehatan dan pencegahan terhadap penyakit,” tutur dia.

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 06 April 2016 16:15 )  

Profil

Agen Asuransi, Profesi Mulia yang Menjanjikan

Agen Asuransi, Profesi Mulia yang Menjanjikan

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, profesi agen asuransi masih dipandang sebelah mata. Profesi ini dianggap belum menjanjikan dan tidak menjadi pili...

More:

Pasang Iklan Banner Anda Disini!

Surat Pembaca

Judul Surat Pembaca 1

Judul Surat Pembaca 1

Setiap tahun, berbagai Perguruan Tinggi terus melahirkan wisudawan baru. Pascawisuda, mereka beratribut sebagai angkatan kerja baru dan bersiap untuk memperebut...

Kolom

Kanker Rahim Penyebab Kematian Utama Wanita

Kanker Rahim Penyebab Kematian Utama Wanita

Ahli onkologi kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr Laila Nuranna PhD SpOG (K) mengatakan, kanker leher rahim masih menjadi pe...

Pernik

US$ 500 Juta untuk Asuransi Hewan Peliharaan

US$ 500 Juta untuk Asuransi Hewan Peliharaan

Pengeluaran warga Amerika Serikat (AS) untuk hewan peliharaan semakin meningkat tiap tahun. Warga AS ternyata rela menghabiskan banyak uang demi hewan-hewan peliharaan me...