Berita Asuransi | Tentang Asuransi

NTB Perjuangkan Santunan TKI Tertembak di Malaysia

Surel Cetak PDF

tki1[MATARAM]  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat tengah memperjuangkan dana santunan untuk tiga orang Tenaga Kerja Indonesia asal Lombok Tengah, yang tewas terkena tembakan aparat di Malaysia, 24 Maret 2012.

"Kami perjuangkan santunannya karena ketiganya tidak berhak mendapat klaim asuransi dari PPTKIS. Mereka bekerja di Malaysia tanpa melalui PPTKIS, mereka masuk ke Malaysia menggunakan paspor umum dan bekerja sebagai buruh bangunan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Mokhlis, di Mataram, Kamis (19/4/2012).

Ketiga korban tewas tertembak peluru aparat di Malaysia itu yakni Matnur, warga Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, dan Abdul Kadir Jaelani serta Herman, warga Dusun Pancor Kopong Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lotim. Ketiga masih memiliki hubungan kekeluargaan, yakni paman dan keponakan.

Mokhlis mengatakan, pihaknya merasa berkewajiban secara moril untuk memperjuangkan dana santunan itu karena sanak keluarga dari ketiga korban tewas itu, sangat membutuhkan dana tersebut.

Ketiga korban tewas itu memiliki istri dan anak yang berada dalam kondisi ekonomi yang cukup memprihatinkan, sehingga sanak keluarganya terpaksa urunan untuk membiayai proses pemulangan ketiga jenazah itu dari Malaysia, yang nilainya mencapai Rp13 juta.

"Kalau bantuan ala kadar dari kami tentu ada dan sudah kami serahkan. Kami mencoba memperjuangkan dana santunan, yang mungkin saja didukung kementerian terkait di pusat," ujarnya.

Mokhlis mengaku cukup intensif berkoordinasi dengan Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tatang Razak, dan pejabat terkait di Kemnakertrans serta Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), terkait santunan kematian itu.

Menurut dia, santunan kematian itu diharapkan akan dapat mengurangi beban penderitaan sanak keluarga yang ditinggalkan ketiga TKI yang tewas tertembak itu. Apalagi, sanak keluarga TKI korban penembakan itu masih saja mempertanyakan kronologi tewasnya pahlawan devisa itu.

Sanak keluarga korban tewas itu, menduga ada indikasi praktik jual-beli organ tubuh, karena adanya jahitan pada kedua mata, di dada dan perut korban. Mata dan organ dalam jasad itu diduga telah diambil.

Dugaan itu merujuk kepada penuturan Herman, salah seorang anggota keluarga yang melihat langsung kondisi jasad ketika TKI korban penembakan itu, sebelum dikafani dan dimasukkan kedalam kotak saat berada di Rumah Sakit Produksien Malaysia, kemudian diterbangkan ke Indonesia.

Ketiga jasad TKI yang bekerja sebagai buruh bangunan di Malaysia itu, tiba di kampung halamannya, Kamis (12/4), kemudian dikuburkan sanak keluarganya.

"Kami upayakan dulu, mungkin saja bisa. Ini juga menjadi pelajaran bagi para calon TKI agar tidak bekerja di luar negeri tanpa melalui PPTKIS, karena jika terkena musibah sulit mendapatkan santunan," ujarnya.

NTB telah memiliki hampir 300 unit PPTKIS, dan lebih dari 100 unit PPTKIS yang beroperasi di pulau Sumbawa, dan selama ini semuanya merekrut calon TKW untuk diberangkatkan ke Arab Saudi dan negara lainnya di Timur Tengah.[Ant/Foto:sasak.org]

 

Profil

Agen Asuransi, Profesi Mulia yang Menjanjikan

Agen Asuransi, Profesi Mulia yang Menjanjikan

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, profesi agen asuransi masih dipandang sebelah mata. Profesi ini dianggap belum menjanjikan dan tidak menjadi pili...

More:

Pasang Iklan Banner Anda Disini!

Surat Pembaca

Judul Surat Pembaca 1

Judul Surat Pembaca 1

Setiap tahun, berbagai Perguruan Tinggi terus melahirkan wisudawan baru. Pascawisuda, mereka beratribut sebagai angkatan kerja baru dan bersiap untuk memperebut...

Kolom

Kanker Rahim Penyebab Kematian Utama Wanita

Kanker Rahim Penyebab Kematian Utama Wanita

Ahli onkologi kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr Laila Nuranna PhD SpOG (K) mengatakan, kanker leher rahim masih menjadi pe...

Pernik

US$ 500 Juta untuk Asuransi Hewan Peliharaan

US$ 500 Juta untuk Asuransi Hewan Peliharaan

Pengeluaran warga Amerika Serikat (AS) untuk hewan peliharaan semakin meningkat tiap tahun. Warga AS ternyata rela menghabiskan banyak uang demi hewan-hewan peliharaan me...