Berita Asuransi | Tentang Asuransi

Agen Asuransi, Profesi Mulia yang Menjanjikan

Surel Cetak PDF

yovita3Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, profesi agen asuransi masih dipandang sebelah mata. Profesi ini dianggap belum menjanjikan dan tidak menjadi pilihan ketimbang pilihan profesi lainnya seperti dokter, pengacara, insinyur, atau menjadi pegawai negeri sipil.

Banyak orang tua malah melarang anaknya untuk terjun menjadi agen asuransi. Bagi mereka, profesi itu tidak menarik dan tak bergengsi. Bahkan sering dicibirkan, karena seringkali orang menghindar atau alergi ketika didekati agen asuransi.

Padahal, sebenarnya profesi sebagai agen asuransi sebenarnya profesi mulia. Selain itu, profesi sebagai agen asuransi sangat menjanjikan, terutama dalam hal penghasilan. Hal itu yang diyakini Director PT AXA Financial Indonesia Yovita Hamdani.

"Agen asuransi adalah profesi mulia, karena ia menolong orang dalam kesusahan, memberikan jalan yang terbaik dalam menata keuangan," ujar Yovita yang mulai masuk dunia asuransi sejak 1999.

Kepada BA yang menemuinya di Jakarta, awal April lalu, Yovita mengaku, setelah bergelut di bidang asuransi, ia baru sadar, bahwa profesinya adalah mulia. Wanita kelahiran Tasikmalaya, 25Desember 1974 ini merasa, dengan membantu nasabah saat kemalangan seperti kematian ataupun sakit, melalui uang klaim yang disalurkan perusahaan, ia bisa menolong keluarga yang ditinggalkan. Bahkan, meringankan beban nasabah yang sakit. Makanya, ia semakin cinta dengan profesinya sebagai agen asuransi.

Yovita mengaku awal terjun dalam dunia asuransi ia mendapat tentangan keras dari orang tua dan keluarga besarnya.

"Sebenarnya saya kecemplung di dunia asuransi. Sebab, ini bukan keinginan saya. Saya terjun ke dunia ini karena situasi," ujar sarjana lulusan Universitas Tarumanegara, Jakarta, tahun 1997 itu. Dijelaskan, ketika lulus kuliah, sedang terjadi krisis moneter. Banyak perusahaan bangkrut. Ketika itu susah mencari pekerjaan. Hanya perusahaan asuransilah yang membuka lowongan. Akhirnya ia tertarik dan bergabung dengan PT ING Life Indonesia pada tahun 1999.

"Waktu itu semua keluarga kaget. Saya dikuliahkan ke Jakarta dari Tasikmalaya, eeh lulus hanya jadi agen asuransi, bukannya bekerja di perusahaan yang bagus. Mereka protes, tapi saya tetap bertahan," ujar Yovita yang awalnya bercita-cita sebagai dokter dan sempat dua tahun mengecap bangku kuliah di fakultas kedokteran itu.

Yovita mengaku, ternyata di asuransi ia menemukan dunianya. waktunya tidak terikat, dan penghasilan menjanjikan, bahkan boleh dibilang sangat menggiurkan. Hanya dalam empat tahun bekerja sebagai agen asuransi, Yovita malah bisa memenuhi impiannya memiliki rumah sendiri. Bahkan, impiannya membawa orangtua ke luar negeri tercapai.

"Dulu saya bimbang karena ada halangan dari lingkungan keluarga saya. Ternyata, setelah bergabung dengan asuransi, keluarga saya bisa melihat, bahwa memang pilihan saya tepat. Penghasilan saya jauh di atas penghasilan kalau saya jadi karyawan," tutur wanita yang hobi bermain tenis dan traveling ini. Yovita makin cinta dengan dunia asuransi.  Menurutnya, jika ia sepenuh hati, pasti ada jalan.

Saat di ING Life, Yovita pernah meraih best produser. Pada tahun 2001, ia pindah ke MLC Life. Pada tahun itu juga ia berhasil meraih best producer sebagai senior bancassurance manager. Penghargaan itu terus diraihnya tiap tahun hingga 2005. Pada 2006, MLC Life melebur dalam AXA Financial Indonesia. Pada tahun 2006 itu, Yovita juga terpilih sebagai Best Team no.1 PT AXA Financial Indonesia. Pada tahun yang sama ia juga menjadi elite team member PT AXA FI. Prestasi itu terus ia pertahankan tiap tahun hingga 2011. Sejak bergabung di AXA, Yovita juga menjabat sebagai Presiden Direktur JETS Wealth Management.

Atas sejumlah prestasinya sebagai agen asuransi itu, Yovita sudah keliling dunia. Setiap tahun ia bisa bepergian ke beberapa negara. "Tentu kalau saya hanya bekerja sebagai karyawan biasa, bukan sebagai agen asuransi, hal itu mungkin sulit terjadi," katanya.

Yovita mengisahkan, ia mampu berbuat banyak karena AXA memberikan banyak hal untuk pengembangan dirinya. AXA selalu memberikan pelatihan rutin untuk para agennya, sehingga semakin profesional dan memiliki kecakapan yang tinggi. "AXA selalu memberikan pelatihan pengembangan diri secara terpadu. Sehingga setiap agennya percaya diri ketika menghadapi nasabah dan bisa membangun bisnis dengan benar," kata dia.

Menurut Yovita, bisnis asuransi adalah bisnis cerita. Setiap bertemu orang, Yovita selalu bersemangat untuk bercerita tentang asuransi. Walaupun memang, ia juga banyak mengalami penolakan. "Ini juga bisnis penolakan. Tetapi itu tidak membuat saya patah semangat, banyak penolakan, tetapi banyak juga yang masuk," kata ibu dua anak ini.[BA]

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 21 April 2012 10:56 )  

Pasang Iklan Banner Anda Disini!

Surat Pembaca

Judul Surat Pembaca 1

Judul Surat Pembaca 1

Setiap tahun, berbagai Perguruan Tinggi terus melahirkan wisudawan baru. Pascawisuda, mereka beratribut sebagai angkatan kerja baru dan bersiap untuk memperebut...

Kolom

Kanker Rahim Penyebab Kematian Utama Wanita

Kanker Rahim Penyebab Kematian Utama Wanita

Ahli onkologi kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr Laila Nuranna PhD SpOG (K) mengatakan, kanker leher rahim masih menjadi pe...

Pernik

US$ 500 Juta untuk Asuransi Hewan Peliharaan

US$ 500 Juta untuk Asuransi Hewan Peliharaan

Pengeluaran warga Amerika Serikat (AS) untuk hewan peliharaan semakin meningkat tiap tahun. Warga AS ternyata rela menghabiskan banyak uang demi hewan-hewan peliharaan me...