Berita Asuransi | Tentang Asuransi

AXA Mandiri Paparkan Kinerja 2011

Surel Cetak PDF

axainfowePT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) mencatat pertumbuhan signifikan dalam kinerja perusahaan mereka sepanjang 2011 lalu. Dengan pertumbuhan sehat dan berkelanjutan itu, AXA Mandiri mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar bancassurance di Indonesia.
 
Perusahaan Asuransi Jiwa itu berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 846 miliar sepanjang 2011 lalu. Angka itu naik 76 persen ketimbang tahun 2010. Selain pertumbuhan laba, AXA Mandiri juga mencatat pertumbuhan signifikan dari berbagai sisi.

Hal itu dikatakan Presiden Direktur AXA Mandiri Albertus Wiroyo dalam jumpa pers kinerja AXA Mandiri 2011 di Jakarta, Selasa (3/4).

Menurut Albertus, kesuksesan pada 2011 juga didukung pengelolaan keuangan yang optimal serta manajemen risiko yang tepat. Sehingga AXA mampu menghadapi tantangan industri asuransi jiwa bahkan bisa tumbuh signifikan. “Salah satunya dengan menerapkan kebijakan investasi yang disusun berdasarkan karakteristik kewajiban perusahaan dan dengan memperhatikan secara cermat perubahan kondisi pasar,” ujarnya.

Saat ini, AXA Mandiri sudah memiliki jaringan di 1.100 kantor Bank Mandiri dan 150
Bank Mandiri Syariah. Sedangkan jumlah tertanggung naik dari 1,5 juta nasabah pada 2010 menjadi sekitar 1,7 juta nasabah pada 2011.

Dia menjelaskan, sepanjang 2011, AXA Mandiri memperoleh total premi sebesar Rp 4,85 triliun. Jumlah itu meningkat 72% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,82 triliun. Menurut Albertus, pertumbuhan itu melampaui rata-rata pertumbuhan industri asuransi jiwa di Indonesia yakni 24,3%, berdasarkan laporan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada kuartal keempat 2011.

Ditambahkan, sepanjang 2011, pihaknya juga mencatat total premi pertanggungan baru sebesar Rp 2,98 triliun atau naik 56% ketimbang 2010.

Sedangkan untuk Dana Kelolaan juga terjadi kenaikan 32% dari Rp 8,04 triliun pada 2010 menjadi Rp 10,61 triliun pada 2011 lalu. Peningkatan itu memicu kenaikan pada total aset. Pada 2010 lalu, total aset AXA Mandiri sebesar Rp 8,49 triliun, naik 37% pada 2011 menjadi Rp 11,59 triliun.

“Pertumbuhan laba bersih dan aset perusahaan semakin memperkuat kondisi kesehatan keuangan AXA Mandiri. Terlihat dari rasio kecukupan modal yang telah memperhitungkan aspek risiko yang mencapai 553 persen untuk portofolio konvensional dan 47 persen dari porto folio syariah,” tutur Albertus.

Menurut Albertus, angka itu melebihi ketentuan minimum yang dipersyaratkan regulator yakni 120% untuk porto folio konvensional dan 30% untuk syariah. Bahkan, pemenuhan rasio kecukupan sebesar 30% untuk porto folio syariah baru dipersyaratkan pada akhir 2014. “Artinya kami sangat mampu memberikan perlindungan dan memenuhi kewajiban kepada nasabah,” katanya.

Presiden Komisaris AXA Mandiri Inkawan D Jusi mengatakan, pertumbuhan AXA Mandiri yang sehat dan berkelanjutan itu diharapkan terus dipertahankan. Diakui, pertumbuhan itu karena sinergi yang baik dari dua pemegang saham yakni Bank mandiri dan AXA. Menurutnya, Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri memiliki reputasi terpercaya dan jaringan yang luas 1.700 cabang di 300 kota di Indonesia. Sedangkan AXA, memiliki keahlian global dalam manajemen risiko asuransi terpercaya. [*/BA]


 

 

Profil

Agen Asuransi, Profesi Mulia yang Menjanjikan

Agen Asuransi, Profesi Mulia yang Menjanjikan

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, profesi agen asuransi masih dipandang sebelah mata. Profesi ini dianggap belum menjanjikan dan tidak menjadi pili...

More:

Pasang Iklan Banner Anda Disini!

Surat Pembaca

Judul Surat Pembaca 1

Judul Surat Pembaca 1

Setiap tahun, berbagai Perguruan Tinggi terus melahirkan wisudawan baru. Pascawisuda, mereka beratribut sebagai angkatan kerja baru dan bersiap untuk memperebut...

Kolom

Kanker Rahim Penyebab Kematian Utama Wanita

Kanker Rahim Penyebab Kematian Utama Wanita

Ahli onkologi kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr Laila Nuranna PhD SpOG (K) mengatakan, kanker leher rahim masih menjadi pe...

Pernik

US$ 500 Juta untuk Asuransi Hewan Peliharaan

US$ 500 Juta untuk Asuransi Hewan Peliharaan

Pengeluaran warga Amerika Serikat (AS) untuk hewan peliharaan semakin meningkat tiap tahun. Warga AS ternyata rela menghabiskan banyak uang demi hewan-hewan peliharaan me...