Berita Asuransi | Tentang Asuransi

AXA Mandiri Cetak Laba Rp 846 Miliar

Surel Cetak PDF

axaokee1[JAKARTA] Perusahaan asuransi jiwa AXA Mandiri mencetak laba bersih sebesar Rp 846 miliar sepanjang 2011 lalu. Angka itu naik 76 persen ketimbang tahun 2010. Selain pertumbuhan laba, AXA Mandiri juga mencatat pertumbuhan signifikan dari berbagai sisi.

“Dalam dua tahun ini pertumbuhan profit memang signifikan. Pertumbuhan ini karena strategi bisnis yang baik. Termasuk karena dua pemegang saham yang bersinergi luar biasa yakni Bank Mandiri dan AXA sehingga kami masih memimpin pasar bancassurance di Indonesia dengan pangsa pasar 38,8 persen,” ujar Presiden Direktur AXA Mandiri Albertus Wiroyo dalam jumpa pers kinerja AXA Mandiri 2011 di Jakarta, Selasa (3/4).

Albertus mengatakan, pihaknya akan menjaga pertumbuhan itu terus sehat dan berkesinambungan dengan landasan kepuasan nasabah. “Kalau nasabah puas, tentunya akan ada pertumbuhan yang baik, dan tentu saja profit juga akan baik,” katanya.  

Dia menjelaskan, sepanjang 2011, AXA Mandiri memperoleh total premi sebesar Rp 4,85 triliun. Jumlah itu meningkat 72% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,82 triliun. Menurut Albertus, pertumbuhan itu melampaui rata-rata pertumbuhan industri asuransi jiwa di Indonesia yakni 24,3%, berdasarkan laporan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pada kuartal keempat 2011.

Ditambahkan, sepanjang 2011, pihaknya juga mencatat total premi pertanggungan baru sebesar Rp 2,98 triliun atau naik 56% ketimbang 2010.

Sedangkan untuk Dana Kelolaan juga terjadi kenaikan 32% dari Rp 8,04 triliun pada 2010 menjadi Rp 10,61 triliun pada 2011 lalu. Peningkatan itu memicu kenaikan pada total aset. Pada 2010 lalu, total aset AXA Mandiri sebesar Rp 8,49 triliun, naik 37% pada 2011 menjadi Rp 11,59 triliun.

“Pertumbuhan laba bersih dan aset perusahaan semakin memperkuat kondisi kesehatan keuangan AXA Mandiri. Terlihat dari rasio kecukupan modal yang telah memperhitungkan aspek risiko yang mencapai 553 persen untuk portofolio konvensional dan 47 persen dari porto folio syariah,” tutur Albertus.

Menurut Albertus, angka itu melebihi ketentuan minimum yang dipersyaratkan regulator yakni 120% untuk porto folio konvensional dan 30% untuk syariah. Bahkan, pemenuhan rasio kecukupan sebesar 30% untuk porto folio syariah baru dipersyaratkan pada akhir 2014. “Artinya kami sangat mampu memberikan perlindungan dan memenuhi kewajiban kepada nasabah,” katanya.[*/BA]

Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 04 April 2012 11:37 )  

Profil

Agen Asuransi, Profesi Mulia yang Menjanjikan

Agen Asuransi, Profesi Mulia yang Menjanjikan

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, profesi agen asuransi masih dipandang sebelah mata. Profesi ini dianggap belum menjanjikan dan tidak menjadi pili...

More:

Pasang Iklan Banner Anda Disini!

Surat Pembaca

Judul Surat Pembaca 1

Judul Surat Pembaca 1

Setiap tahun, berbagai Perguruan Tinggi terus melahirkan wisudawan baru. Pascawisuda, mereka beratribut sebagai angkatan kerja baru dan bersiap untuk memperebut...

Kolom

Kanker Rahim Penyebab Kematian Utama Wanita

Kanker Rahim Penyebab Kematian Utama Wanita

Ahli onkologi kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr Laila Nuranna PhD SpOG (K) mengatakan, kanker leher rahim masih menjadi pe...

Pernik

US$ 500 Juta untuk Asuransi Hewan Peliharaan

US$ 500 Juta untuk Asuransi Hewan Peliharaan

Pengeluaran warga Amerika Serikat (AS) untuk hewan peliharaan semakin meningkat tiap tahun. Warga AS ternyata rela menghabiskan banyak uang demi hewan-hewan peliharaan me...